Kerajinan

Kerajinan

PAK SALO

Pengrajin Batu Akik Tradisional

kecamatan Gedangan Kabupaten Malang

P1060754    P1060756

Pak.Ahmad suyedi (salo)
Dengan alamat dusun krajan lor rt 07b rw 04 desa gedangan kecamatan gedangan pak ahmad suyedi, yang akrab dipanggilnya dengan sebutan pak salo, hidup dengan 2 anak dan 1 istri.
Sehari harinya pak salo bekerja sebagai penjaga parkir dipasar gedangan dimana keadaan pasar beroperasi setiap 2 hari perpekan bisa dibilang waktu pasaran saja, yang berarti pak salo praktis hanya bekerja 8 hari / 1 bulan.
Dengan keadaan seperti ini maka pak salo menekuni kegiatan kerajinan batu akik yang dia jalani mulai tahun 2009 dengan keadaan sarana pralatan yang sangat tradisioanal sekali.
Hanya saja untuk bahan batu tidak harus mendatangkan dari luar daerah , melainkan dicarinya bahan batu disekitar desa yang masih berada dil wilayah kecamatan gedangan kabupaten malang, tepatnya didesa-desa kecamatan gedangan sebelah selatan disitulah didapatnya bahan bakunya, yang tidak harus membeli, melainkan , hanya mencari di sekitar pegunungan dan sungai, pada akhir-akhir ini,
Keseharian dirumah pak salo sering digunakan pertemuan/ajang ngumpul para pemuda komunitas batu akik sampai bermunculan para pengrajin batu akik tradisional yang baru-baru disekitar wilayah pak salo.

 

Contoh-contoh Batu Akik yang baru ditemukan  :

gedangan 2    P1060770

P1060677    P1060675

gedangan 1

 

Batu Akik yang di temukan di Desa-desa wilayah selatan kecamatan gedangan inilah, setelah di proses sangat banyak ragamnya dan tidak kalah akan keindahanya.
Kesemuanya itu banyak yang menyerupai jenis :
– Naga sui
– Badar lumut hijau
– Badar lumut merah
– Bacan
– Mani gajah
– Bacan ubi kenongo
– Panca warna
– Kecubung wulu
– Kecubung es
– Dan lain- lain
Dan bahkan jenis batu seldon pun banyak pula dijumpai, yang lebih banyak lagi yaitu jenis batu keristal quard, jumlahnya masih dalam bentuk 1 gunung

 

 

Suara gerinda pak Selong memekakan telinga, tangan kanannya memegangi batu kecil yang ia tempelkan pada lempengan besi gerinda yang berputar dengan kecepatan tinggi yang digerakan oleh mesin bertenaga listrik. Debu langsung berterbangan tat kala batu yang dipegang tangannya ditempelkan pada lempengan besi yang berputar tersebut.
Begitulah pak Selong bekerja sehari-hari bersama Keluarga membuat kerajinan batu akik. Bahan bahan ia dapatkan dari runtuhan-runtuhan batu dari gunung serta batu-batu kali yang mudah didapatkannya di sekitarnya. Banyaknya tebing-tebing batu dia akan lebih mudah memilih mana batu yang sudah berumur tua atau batu yang berumur muda. Menurut dia batu yang berumur tua atau yang berada semakin dalam batunya semakin gelap warnanya, kalau merah semakin merah, kalau hijau semakin hijau. Dan harganya pun semakin mahal dan kekerasannya-pun lebih keras dibandingkan dengan lapisan batu atasnya.

 

P1060840   P1060747

P1060834

 

pengrajin muda yang merupakan kelompok-kelompok yang satu komunitas dengan Pak selong
Dalam kelompok ini mereka sama-sama bekerja sediri-sendiri sebagai kegiatan di rumahnya bersama keluarga melaksanakan kegiatan pembutan kerajinan batu akik
batu yang baru ditemukan yang tadinya tampak biasa tak bernilai, , pemesan tinggal pilih atau bawa batu sendiri untuk dibikinkan
Batu batu yang nampak tak bernilai dan tidak berharga ditangan mereka bisa menjadi batu yang berkilau dan berharga tinggi. Pembeli atau pemesan bisa memilih-milih batu yang tersedia dengan membeli dengan harga, dan pelanggan bisa membawa batu sendiri dari rumah untuk dibikinkan disini .
Sangat perlu di ketahui !
Pelanggan mereka orang orang dari luar daerah, kebanyakan yang datang ditempat Pak Selo, yaitu wisatawan yang akan melakukan kegiatan wisata ke arah Pantai Bajul mati, dengan menempuh perjalanan lewat jalur tengah yaitu lewat Kecamatan Gedangan. Disinilah para wisatawan sangat senang dengan menempuh perjalanan lewat kecamatan Gedangan, selain jalanya tidak ada tanjakan yang terlalu tinggi, akan tetapi bisa beristirahat melihat kerajinan batu akik yang ada di kecamatan Gedangan.
Menurut mereka, sekitar 2 sampai 3 bulanan ini pesanan sangat meningkat, tidak tahu apa sebabnya mungkin imbas musim liburan kemarin. Serta ramainya jalur wisatawan Ke arah Pantai Bajul mati yang mengakibatkan bertambah penghasilan mereka, sampai sekarang pun semakin banyak orang yang penasaran, akan Pantai Bajul Mati dan kerajinan batu akik yang bahan bakunya asli dari kecamatan Gedangan.
Bilamana tidak ada pesanan, batu akik yang sudah jadi diambil pengepul dari Malang untuk dipasarkan di tempat wisata-wisata daerah lain. Meski harga di tempat wisata bisa berkali lipat mereka lebih seneng membikin dan langsung menjualnya tanpa harus menunggu laku dan tidaknya. Sambil melayani pelanggan dadakan yang mampir di tempat usahanya. Dan disyarankan kalau mempunyai bahan batu bagus silahkan mampir untuk dibuatkan, dengan menunggu dengan waktu yang tidak terlalu lama batu akik sudah jadi.

Menurut mereka, orang memakai akik dengan model dan ukuran yang besar besar dengan warna gelap, orang menganggap batu batu tersebut bertuah, seperti bentuk tro banyu (ada air dalam batu) miriip waterpas, tapak jalak (ada tanda plus) bertuah buat kesaktian, torong (terang tengah) berkasiat bisa untuk meneropong. Tapi itu dulu, sekarang bergeser dengan warna yang cerah dan tembus pandang, seperti merah cerah, hijau cerah, biru cerah. Dan bila disorot lampu senter bisa tembus dengan warna-warna tersebut harga batu akan semakin mahal, dan pemakainya-pun sekarang orang orang muda dan ibu-ibu, kalau dulu cuma bapak-bapak yang sudah umur setengah baya.
Meski murah bukan berarti merugi, karena bahan yang mudah didapat dan peralatan yang sederhana, serta ditempat seadanya kata mereka tidak perlu mengeluarkan modal banyak. Pengeluaran hanya buat listrik, amplas dan mata gerinda.
bila sudah masuk di pasaran harga bisa melambung 3-5 kali lipat bahkan sampai diluar dugaan akan harganya.
Rasa penasaran saya untuk membandingkan dengan harga di pameran dan penjual batu akik yang berada di kota, meski pilihannya banyak tapi harganya naik menjadi 3-5 kali lipat, sedangkan bahan batu rata-rata naik 3 kali lipat. Rata-rata batu yang sudah diberi frame (cincin) berharga ratusan ribu ke atas. Lagi-lagi lagi kerasnya perbukitan Malang selatan ( gunung kidul ) menghidupi mereka yang dengan rajin mengolah dan bisa memanfatkannya.

*) Salam dari desa